
Berdasarkan beberapa penelitian didapatkan bahwa ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang menderita Osteoporosisi. Faktor-faktor risko itu adalah :
1. USIA
Makin bertambah usia seseorang makin tinggi pula risiko untuk mengalami osteoporosis. Seperti telah diutarakan bahwa pembentukan sel tulang akan berlangsung saat seseorang berusia kanak-kanak sehingga usia 30 tahun. Seiring meningkatnya usia, maka tulang-tulang akan menjadi berkurang kekuatan dan kepadatannya.
2. JENIS KELAMIN
Dibandingkan dengan para pria, maka wanita mendapat peringkat yang lebih besar risiko terserang osteoporosis. Ini karena wanita memiliki jaringan tulang lebih sedikit dan lebih cepat kehilangan massa tulang dibandingkan pria. Hal ini bisa dipahami sebab pada wanita ada perubahan hormon yang drastis. Yaitu pada saat mereka memasuki masa menaopause. Sedangkan pada pria, rendahnya hormon testosteron yang tidak terdeteksi bisa maenjadi penyebab terjadinya osteoporosis.
3. SEJARAH KESEHATAN KELUARGA
Kerentanan terhadap patah tulang, oleh beberapa penelitian mungkin sebagian disebabkan karena faktor keturunan. Wanita yang dalam sejarah kesehatan keluarganya, nenek atau ibunya pernah mengalami patah tulang belakang, peluangnya lebih besar mengalami pengurangan massa tulang. Pengalaman patah tulang pada usia dewasa juga maenjadi indikasi bertambahnya risiko mengalami osteoporosis
4. RAS
Penelitian menunjukkan fakta bahwa wanita yang tinggal di negara Barat memiliki risiko lebih besar terserang Osteoporosis ketimbang wanita Asia. Itu disebabkan karena di Asia lebih banyak mendapatkan sinar matahari dibandingkan negara Barat
5. STRUKTUR TULANG
Para wanita yang memiliki bentuk tulang yang kurus serta tubuh kurus pula, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami osteoporosis ketimbang wanita yang bertulang besar dan padat serta bertubuh subur
6. MENOPAUSE
Menopause yang terjadi pada wanita pada usia normal sekitar usia 50an ataupun menopause pada usia dini, akan meningkatkan risiko terjadinya osteporosis
7. GAYA HIDUP
Dari beberapa penelitian dilaporkab bahwa gaya hidup yang dilakukan dalam keseharian juga memicu timbulnya osteoporosis. Diantaranya merokok, minuman berakohol dan kurang atau sama sekali tidak pernah melakukan olahraga beban.
8. PENGOBATAN PENYAKIT KRONIS
Faktor risiko yang penting, tetapi sering terlupakan sebagai penyeban osteoporosis adalah penggunaan obat-obat tertentu. Misalnya penyakit pencernaan misalnya antasid yang mengandung aluminium, obat-obatan tertentu untuk menangani kanker, gonadotropin releasing hormon untuk penanganan endometriosis dan obat cholestyramine untuk mengontrol kolesterol darah
Pengobatan tertentu yang berjangka panjang seperti penggunaan steroid untuk menangani asma dan arthritis, obat anti kejang juga dapat meningkatkan risiko osteoporosisi. Penyakit kronis yang mempengaruhi ginjal, paru-paru, almbung, usus halus dan yang mengubah kadar hormon dalam darah serta rendahnya hormon testosteron juga merulakan faktor risiko.
Pada penderita penykit kronis atau penyakit gawat sejumlah obat-obatan diatas merupakan penyambug kehidupan mereka. Karenanya, ketika anda menjalani suatu pengobatan jagka panjang ada baiknya anda juga mengkonsultasikan kemungkinan meningkatnya risiko osteoporosisi akibat obat-obatan yang diberikan